About














Selasa, 07 Mei 2013

revolusi budaya


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm2Z87EsK2oteXeXzGDfDS7ePeqVe6NfDWR_gUJD2_KjbSAwnEyDI_huLaSSXhgN5deThY2uPAulD-2vA5rLEJMaOtk3vCbQ0Gh0VgAf2Ro6tFDBz8jNQTKuNFweEMaZU-XCjtSAvggxgR/s1600/budaya.jpg

Tugas Ilmu Budaya Dasar “Revolusi Budaya”
Nama   : Ridwan friatmoko
kelas    : 1 KA 11
NPM   : 16112318

Disetiap kehidupan , pasti akan mengalami perubahan , perubahan terjadi beriringan dengan perubahan waktu dan zaman , perubahan juga terjadi secara tidak sengaja maupun yang di sengaja atau direncanakan, revolusi juga adalah salah satu bagian dari perubahan tersebut..
Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat —seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan— yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.
Dialektika revolusi mengatakan bahwa revolusi merupakan suatu usaha menuju perubahan menuju kemaslahatan rakyat yang ditunjang oleh beragam faktor, tak hanya figur pemimpin, namun juga segenap elemen perjuangan beserta sarananya. Logika revolusi merupakan bagaimana revolusi dapat dilaksanakan berdasarkan suatu perhitungan mapan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat atau diperlambat, ia akan datang pada waktunya. Kader-kader revolusi harus dibangun sedemikian rupa dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata di sekelilingnya. Romantika revolusi merupakan nilai-nilai dari revolusi, beserta kenangan dan kebesarannya, di mana ia dibangun. Romantika ini menyangkut pemahaman historis dan bagaimana ia disandingkan dengan pencapaian terbesar revolusi, yaitu kemaslahatan rakyat. Telah banyak tugu peringatan dan museum yang melukiskan keperkasaan dan kemasyuran ravolusi di banyak negara yang telah menjalankan revolusi seperti yang terdapat di Vietnam, Rusia, China, Indonesia, dan banyak negara lainnya. Menjebol dan membangun merupakan bagian integral yang menjadi bukti fisik revolusi. Tatanan lama yang busuk dan menyesatkan serta menyengsarakan rakyat, diubah menjadi tatanan yang besar peranannya untuk rakyat, seperti di Bolivia, setelah Hugo Chavez menjadi presiden ia segera merombak tatanan agraria, di mana tanah untuk rakyat sungguh diutamakan yang menyingkirkan dominasi para tuan tanah di banyak daerah di negeri itu.
Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Misalnya Revolusi Industri yang mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik.
Sejarah modern mencatat dan mengambil rujukan revolusi mula-mula pada Revolusi Perancis, kemudian Revolusi Amerika. Namun, Revolusi Amerika lebih merupakan sebuah pemberontakan untuk mendapatkan kemerdekaan nasional, ketimbang sebuah revolusi masyarakat yang bersifat domestik seperti pada Revolusi Perancis. Begitu juga dengan revolusi pada kasus perang kemerdekaan Vietnam dan Indonesia. Maka konsep revolusi kemudian sering dipilah menjadi dua: revolusi sosial dan revolusi nasional.
Pada abad 20, terjadi sebuah perubahan bersifat revolusi sosial yang kemudian dikenal dengan Revolusi Rusia. Banyak pihak yang membedakan karakter Revolusi Rusia ini dengan Revolusi Perancis, karena karakter kerakyatannya. Sementara Revolusi Perancis kerap disebut sebagai revolusi borjuis, sedangkan Revolusi Rusia disebut Revolusi Bolshevik, Proletar, atau Komunis. Model Revolusi Bolshevik kemudian ditiru dalam Perang Saudara Tiongkok pada 1949
Karakter kekerasan pada ciri revolusi dipahami sebagai sebagai akibat dari situasi ketika perubahan tata nilai dan norma yang mendadak telah menimbulkan kekosongan nilai dan norma yang dianut masyarakat.
Contoh Revolusi Kebudayaan
kebudayaan di Indonesia juga mengalamai revolusi , bahkan di masa pra sejarah sekalipun  , sebagai contohnya adalah: Pembagian zaman dalam prasejarah diberi sebutan menurut benda-benda atau peralatan yang menjadi ciri utama dari masing-masing periode waktu tersebut. Adapun pembagian kebudayaan zaman prasejarah tersebut terdiri dari:

I. Zaman Batu Tua (Palaelitikum)
Berdasarkan tempat penemuannya, maka kebudayaan tertua itu lebih dikenal dengan sebutan Kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

1.Kebudayaan Pacitan
Pada tahun 1935 di daerah Pacitan ditemukan sejumlah alat-alat dari batu, yang kemudian dinamakan kapak genggam, karena bentuknya seperti kapak yang tidak bertangkai. Dalam ilmu prasejarah alat-alat atau kapak Pacitan ini disebut chopper (alat penetak). Soekmono mengemukakan bahwa asal kebudayaan Pacitan adalah dari lapisan Trinil, yaitu berasal dari lapisan pleistosen tengah, yang merupakan lapisan ditemukannya fosil Pithecantropus Erectus.

II. Zaman Batu Madya (Mesolitikum)
Peninggalan atau bekas kebudayaan Indonesi zaman Mesolitikum, banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Kehidupannya masih dari berburu dan menangkap ikan. Tetapi sebagian besar mereka sudah menetap, sehingga diperkirakan sudah mengenal bercocok tanam, walaupun masih sangat sederhana.
Bekas-bekas tempat tinggal manusia zaman Mesolitikum ditemukan di goa-goa dan di pinggir pantai yang biasa disebut Kyokkenmoddinger (di tepi pantai) dan Abris Sous Roche (di goa-goa). Secara garis besar kebudayaan zaman Mesolitikum terdiri dari: alat-alat peble yang ditemukan di Kyokkenmoddinger, alat-alat tulang, dan alat-alat flakes, yang ditemukan di Abris Sous Roche.

III. Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Zaman Neolitikum merupakan zaman yang menunjukkan bahwa manusia pada umumnya sudah mulai maju dan telah mengalami revolusi kebudayaan. Dengan kehidupannya yang telah menetap, memungkinkan masyarakatnya telah mengembangkan aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga dalam zaman Neolitikum ini terdapat dasar-dasar kehidupan. Berdasarkan alat-alat yang ditemukan dari peninggalannya dan menjadi corak yang khusus, dapat dibagi kedalam dua golongan, yaitu:

1.Kapak Persegi
Sebutan kapak persegi didasarkan kepada penampang dari alat-alat yang ditemukannya berbentuk persegi panjang atau trapesium (von Heine Geldern). Semua bentuk alatnya sama, yaitu agak melengkung dan diberi tangkai pada tempat yang melengkung tersebut. Jenis alat yang termasuk kapak persegi adalah kapak bahu yang pada bagian tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi.

2.Kapak Lonjong
Disebut kapak lonjong karena bentuk penampangnya berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya sendiri bulat telur. Ujungnya yang agak lancip digunakan untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah, sehingga tajam. Kebudayaan kapak lonjong disebut Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di Irian.

IV. Zaman Logam
Zaman logam dalam prasejarah terdiri dari zaman tembaga, perunggu, dan besi. Di Asia Tenggara termasuk Indonesia tidak dikenal adanya zaman tembaga, sehingga setelah zaman Neolitikum, langsung ke zaman perunggu. Adapun kebudayaan Indonesia pada zaman Logam terdiri dari:

1.Kebudayaan Zaman Perunggu
Hasil-hasil kebudayaan perunggu di Indonesia terdiri dari: kapak Corong yang disebut juga kapak sepatu, karena bagian atasnya berbentuk corong dengan sembirnya belah, dan kedalam corong itulah dimasukkan  tangkai kayunya

2.Kebudayaan Dongson
Dongson adalah sebuah tempat di daerah Tonkin Tiongkok yang dianggap sebagai pusat kebudayaan perunggu Asia Tenggara, oleh sebab itu disebut juga kebudayaan Dongson. Sebagaimana zaman tembaga, di Indonesia juga tidak terdapat zaman besi, sehingga zaman logam di Indonesia adalah zaman perunggu.


V. Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Zaman Megalitikum berkembang pada zaman logam, namun akarnya terdapat pada zaman Neolitikum. Disebut zaman Megalitikum karena kebudayaannya menghasilkan bangunan-bangunan batu atau barang-barang batu yang besar. Peninggalan-peninggalannya yang terpenting adalah:
1.Menhir, yaitu tiang atau tugu yang didirikan sebagai tanda peringatan terhadap arwah      nenek moyang.
2.Dolmen, berbentuk meja batu yang dipergunakan sebagai tempat meletakkan sesajen yang dipersembahkan untuk nenek moyang.
3.Sarcopagus, berupa kubur batu yang bentuknya seperti keranda atau lesung dan mempunyai tutup.
4.Kubur batu, merupakan peti mayat yang terbuat dari batu.
5.Punden berundak-undak, berupa bangunan pemujaan dari batu yang tersusun bertingkat-tingkat, sehingga menyerupai tangga.
6.Arca-arca, yaitu patung-patung dari batu yang merupakan arca nenek moyang.
Hasil-hasil kebudayaan Megalitikum di Indonesia mempunyai latar belakang kepercayaan dan alam pikiran yang berlandaskan pemujaan terhadap arwah nenek moyang.
Revolusi Kebudayaan di Indonesia tidak hanya terjadi pada era pra sejarah saja
Dan di masa kini pun revolusi budaya masih terjadi seperti contoh yang akan di jelaskan sebagai berikut
Dalam berkomunikasi melalui media bahasa, verbal maupun non verbal. Terkadang kita terjebak pada pemahaman tentang membahasakan gerak kita, kalimat selau disamakan dengan bahasa, bibir dan lidah dijadikan simbol penguatan terhadap pengungkapan satu maksud. Perlu dipertanyakan “bagaimana kabarnya kata hati?” terkadang hal-hal yang tidak diungkapkan dengan lidah merupakan suatu kejujuran dari kejujuran itu sendiri. Dalam satu kutipan puisi dituliskan; “ Lidah ini terlalu sering menzalaimi hati, Ampuni kami Tuhan, kami lupa, Bermimpipun kami memerlukan Bahasa”.
Mengenai bahasa, ada satu peristiwa yang terekam saat penulis mengantar seorang teman untuk konsultasi skripsi ke dosen pembimbingnya. Kebetulan, sebelum kami disana, ada salah seorang mahasiswi yang lebih dahulu berkonsultasi. Sesaat sempat terjadi perbincangan antara dosen dan mahasiswi tersebut, tiba-tiba di tengah perbincangan terdengar satu kalimat yang sebenarnya sangat populer tetapi ganjil juga didengar “so what gitu lho, Pak”.
Anehkah ini? Ataukah ini sekedar masalah selera berbahasa? Selera kenyamanan, keinstanan, atau popularitas bahasa? Yang jelas bahasa, mampu menjadi penentu posisi manusia. Karena tidak lama setelah itu, mahasiswa tersebut harus keluar dari ruangan dosennya dengan wajah kecewa.
Memahami gerak manusia dari bahasa, bisa saja dilakukan. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang terlalu cepat mengambil kesimpulan dari gerak bahasa orang lain. Hal ini dapat terjadi karena intensitas waktu komunikasi yang singkat, pemilihan kata yang kurang pas atau bahkan sangat pas, juga karena media berkomunikasi yang kompleks.
Tulisan ini hanya sebagian kecil dari banyaknya pembahasan-pembahasan tentang bahasa yang telah banyak dikaji, suatu refleksi dari sesat fikir penulis tentang suatu realita kecil dari perjalanan bahasa itu sendiri. Dalam hal ini lebih kepada pembahasan ringan tentang akrabnya bahasa-bahasa yang akhir-akhir banyak disponsori melalui media televisi.
Reaksi merupakan refleksi dari keadaan. Yang sering terjadi adalah kebingungan kita membahasakan reaksi gerak. Maka, posisi bahasa dalam hal ini sama penting dengan posisi reaksi gerak. Alih-alih, bahasa menjadi hal yang substansial untuk memaknai setiap tindakan. Baik itu tindakan yang dirasakan langsung maupun tidak langsung pengaruhnya.
Sebagai contoh riil. Ketika kita menyimak satu berita, baik itu berita di media cetak maupun elektronik. Sering kali terjadi, ketika kita dimintai tolong untuk menceritakan kembali isi berita, akan ada saja bagian yang luput dari cerita kita dengan isi berita. Terlepas dari inti pesan berita yang hendak di sampaikan. Karena, kebiasaan kita yang sering mengkerucutkan satu permasalahan (sifatnya subjektif)
Ada baiknya, jika pengkrucutan yang dimaksud sesuai dengan tujuan berita. Tapi, tidak menutup kemungkinan bagian yang terlupakan justru adalah kunci berita, yang akhirnya mengaburkan maksud serta tujuan pesan. Hal ini yang kita sebut sebagai reduksi bahasa. Dan segala sesuatu yang direduksi, tidak selalu sama dengan penyampaian awal. Tapi adakalanya juga reduksi bahasa mampu menjadi tafsiran dari makna yang dikandung.

Kaitannya dengan bahasa, kita sering mendengar populernya bahasa-bahasa yang tidak sedikit membuat kita mengerutkan dahi saat mendengarnya. Permasalahannya, bukan pada pantas atau tidak pantas (sopan dan tidak sopan), faham atau tidak faham. Tapi, pada konteks kapan bahasa itu mestinya diungkapkan, yang kita fahami hanya sebatas ungkapan ringan yang selalu wajar digunakan kapan saja.
Bahasa-bahasa populer yang banyak dikonsumsi tidak hanya oleh kalangan Anak Baru Gede (ABG) juga acap kali di simak oleh orang dewasa. Seperti maraknya bahasa sinetron yang bercerita tentang dunia remaja (khususnya di Jakarta). Karena kemajuan dunia informasi, menjadikannya banyak dikonsumsi oleh semua kalangan pencinta sinetron di seluruh pelosok negeri. Dan NTB, dalam hal ini tidak pernah luput dari kemajuan dunia hiburan pertelevisian nasional maupun lokal.
‘So what gitu lho?’. ‘Please dong ah’ atau ‘please deh’. ‘OMG’ (Singkatan dari Oh My God) ‘Rasanya gimana gicu’. Dan serangkaian bahasa pelesetan yang sedang populer di gunakan. Merambah, membentuk satu kebiasaan berbahasa dan sering kali akrab ditelinga kita.
Hebatnya, kita mejadi konsumen yang baik dalam hal mengadopsi istilah-istilah yang acap kali di pakai oleh aktor. Malah, kita cendrung lebih hebat dalam mengekspresikan bahasa, dalam hal ini over action.
Sehingga tidak heran, penulis pribadi sering merasa geli mendengar istilah-istilah ini di pergunakan dalam konteks yang kontra dengan keadaan (media ekspresi bahasa). Ataukah, telinga kita yang harus sering dilatih untuk beradaptasi? Karena, tidak menutup kemungkinan, suatu saat kita akan sering menggunakan istilah-istilah bahasa populer itu.

Ada beberapa konsep yang penulis mampu simpulkan dari realitas berbahasa kita, khususnya gaya berbahasa kaum muda yang banyak mengadopsi bahasa sinetron kita.
Pertama, kurangnya nalar artikulasi bahasa daerah yang kita miliki sebagai anak daerah. Baik secara personal (basic ide) maupun komunal (penguatan ide). Sehingga, kemajuan teknologi komunikasi yang bersifat sentralistik sering kali mentransformasikan budaya sentral untuk di konsumsi daerah lain. Sehingga, seringkali terjadi percampuran budaya yang justru berdampak pada termarjinalnya budaya asli. Maka, pentingnya nalar artikulasi bahasa daerah akan memudahkan kita untuk lebih banyak mengekspresikan budaya sendiri.
Kedua, kita belum tegas menentukan posisi indra dalam mengkonsumsi proyek teknologi. Hanya sebagai penikmat yang “baik” tanpa mampu mengkritisinya. Masih latah meniru setiap geliat yang dipandang sebagai sesuatu yang baru. Pergeseran-pergeseran dari segi berbahasa ini, sesungguhnya mampu menjadi motor penggerak perubahan, baik pada sikap prilaku dalam pergaulan sehari-hari, menjadi identitas seseorang (Anak Gaul, Funky, Supel, dll), karena bahasa adalah salah satu dari komponen perubahan.

jadi revolusi kebudayaan tidak akan bisa di elak lagi. jika generasi penerus kita tidak lagi peduli dengan budaya bangasa sendiri . bagus kalau revolusi tersebut bersifat positif,bagaimana kalau perubahan tersebut bersifat negatif . tentunya akan sangat merusak moral suatu bangsa . maka dari itu ,kita sebagai generasi penerus harus lebih menghargai budaya bangsa taah air sendiri , dan juga ikut melestarikan nya agar tidak punah dimakan waktu.



daftar pustaka:

Rabu, 01 Mei 2013

ILMU BUDAYA DASAR

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
“ PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR ”









Disusun Oleh:


·         Ridwan Friatmoko      (16112318)
             



Kelas   :      1KA11
Jurusan Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
Semester PTA 2012/2013



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmatnya makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tentunya dengan dukungan dari berbagai sumber yang penulis cari di Buku yang berjudul “Ilmu Budaya Dasar” karangan Drs.Supartono W.,M.M. Namun penulis juga melakukan banyak pengeditan dari sumber tersebut jadi penulis tidak hanya mennyalin nya dan langsung di terapkan ke makalah.
Didalam makalah ini penulis mencoba untuk membuat materi diatas saling berhubungan namun, penulis yakin makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan. Terima kasih







Depok, 29 Januari 2013

                                                                                                                   Penulis





PENDAHULUAN
       Salah satu komponen mata kuliah kepribadian (MPK) adalah ilmu budaya dasar yang diberikan di semua fakultas , kecuali fakultas sastra.,ilmu budaya dasar bukanlah  merupakan  suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri  , melainkan suatu ilmu pengetahuan mengenai  aspek aspek saling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk hidup, makhluk sosial dan makhluk berbudaya (homo humanus) ,dan masalah masalah yang terwujud dari padanya , ilmu budaya dasar lebih disebut gabungan antara social scince dengan humaniora scince yang dapat memecahkan masalah dalam kehidupan, dari Mata kuliah ini diharapkan dapat membuat para mahasiswa memiliki latar belakang yang luas tentang budaya indonesia, dan diharapkan turut mendukung dengan mengembangkan kebudayaan itu sendiri secara kreatif..

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan salah satu mata kuliah yang diharapkan dapat  memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :

·      Mahasiswa diharapkan dapat lebih peka terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka

·      Mahasiswa dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

·      Mahasiswa diharapkan dapat menjadi calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi




PEMBAHASAN

1.Pengertian kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dair kata budh dalam bahasa sansekerta berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk) , sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi atau daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan ,sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani ,sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
2. Pengertian ilmu budaya dasar
Ilmu budaya dasar ,dalam bahasa inggris disebut basic humanities yang  merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberi pengetahuan dasar dan umum tentang konsep konsep yang dapat digunakan untuk mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan . masalah manusia tidak dapat dipisahkan dari masalah budaya atau pengetahuan budaya yang juga disebut sebagai humaniora .
Ilmu budaya dasar mendapat bahan pengetahuan humaniora seperti seperti teologi,filsafat,ilmu hukum,ilmu sejarah,ilmu bahasa,ilmu kesusatraan,dan ilmu kesenian.
Ilmu budaya dasar sangat sulit dilepaskan dari pengertian kebudayaan.oleh karena itu membicarakan ilmu kebudayaan dasar ,juga harus serta membahas konsep kebudayaan. Konsep kebudayaan itu dalam arti luas adalah seluruh total dari pikiran ,karya,dan hasil karya manusia tidak berakarkepada nalurinya dan yang karena itu hanya dicetuskan oleh manusia sesudah suatu proses belajar
Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.         Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah
2.         Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
3.         Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

Didalam ilmu kebudayaan dasar ,terdapat bebrapa materi yang mencakup manusia dengan permasalahanya yang masing masing merupakan pokok bahasan.
Pokok bahasan itu meliputi :
  Manusia dan cinta kasih
Rasa cinta kasih merupakan rasa yang dimiliki di setiap manusia, rasa cinta kasih dapat di berikan dan dibagi . Tapi , soal pemberian rasa cinta kasih yang sempurna bukanlah hanya dating dari satu arah , misalnya dari orang tua saja, tetapi juga sebaliknya dari anak ke orang tuanya (to give and take ), jadi cinta kasih baru terasa apabila ada dua belah pihak yang sama sama menerima sekaligus juga memberi cinta kasih tersebut.
  Manusia dan keindahan
Kebudayaan diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, terutama kebutuhan fisiknya, setelah kebutuhan pokok dapat dipenuhi , manusia menciptakan kesenian yang merupakan salah satu kebutuhan psikisnya yang tercukupi melalui rasa indah dalam hidupnya.
v  Manusia dan penderitaan
Menurut kamus besar bahasa Indonesia , derita berarti menanggung (merasakan ) sesuatu yang tidak menyenangkan.dengandemikian ,penderitaan merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan . setiap manusia selalu terdiri atas dua aspek , yaitu aspek jasmani atau tubuh dan aspek rohani atau jiwa.dalam diri manusia , kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan . apabila salah satu aspek tersebut dipisahkan atau hilang dari diri manusia, maka akan terdapat dua pengetian yang berbeda , yaitu tubuh tanpa jiwa akan dinamakan mayat , sedangkan jiwa tanpa tubuh dinamakan jin atau setan. Maka apa yang dirasakan batin dapat dirasakan tubuh , dan juga sebaliknya , apa yang dirasakan tubuh dapat dirasakan batin . Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita.

Manusia dan keadilan
Hukum rimba merupakan hukum yang beberapa waktu masih berlaku dalam masyarakat manusia, sehingga disebut sebagai aturan hukum manusia yang kuat ( a rule by man) . manusia yang kian hari kian manusiawi kemudian menciptakan hku positif yang berguna dalam kehidupanya, lahirlah hukum atau aturan yang berdasarkan a rule by law . dimana setiap orang dimata hokum adalah sama dan tidak ada orang atau manusia pun di dunia yang kebal akan hukum . siapa yang besalah wajib di hukum  , hal tersebut juga dinamakan keadilan hukum diantara manusia.
  Manusia dan pandangan hidup
Yang di maksud dengan pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan. akibat dari pandangan hidup manusia yang tentunya berbeda beda , timbulah pandangan hidup yang secara umum dapat dikelompokan dan disebut aliran atau paham  ,misalnya , bahwa manusia sebaiknya mengutamakan diri sendiri yang menimbulkan paham kapitalisme, dan manusia yang sebaiknya mengutamakan kepentingan umum atau masyarakat yang menimbulkan paham sosialisme 
Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
Tanggung jawab adalah wajib menanggung segala sesuatu ,memikul jawab,dan menanggung segala akibat. Sedangkan pengabdian berasal dari kata abdi , yang berate hamba atau bawahan . Oleh karena itu pengabdian diartika sebagai perihal mengabdi atau menghambakan diri .
Manusia dan kegelisahan
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatanya,merasa khawatir,tidak tenang dalam tingkah lakunya,tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
dari pengertian diatas ,seseorangyang sedang mengalami kegelisahan memiliki gejala gejala sebagai berikut
·         Orang itu tidak tenang pikiranya dikarenakan ada masalah yang belum terselesaikan.
·         Orang terasebut akan merasa terus khawatir,takut apa yang diharapkan tidak tercapai.
·         Orang yang saedang dilanda kecemasan ,tidak tenang dalam melakukan kegiatan sehari hari .
kegelisahan erupakan salah satu ekspersi dari kecemasan., karena itu ,dalam keidupan sehari hari ,kegelisahan juga berkaitan dengan masalah frustasi,
Menurut Sigmund freud, ada tiga macam kecemasan atau kegelisahan yang menimpa dalam diri manusia , yaitu : kenyataan,neurotic, dan moril.

 Manusia dan harapan
Harapan berarti keinginan supaya sesuatu dapat terjadi,dengan demikian.harapan menyangkut masa depan.apabila dibandingkan dengan cita cita,harapan memiliki pengertian yang tidak terlalu muluk.
Ada tiga pernyataan tentang harapan pada diri seorang manusia yaitu:
·         Masa depan memberikan harapan
·         Masa sekarang memberikan pemikiran
·         Masa lalu memberikan pengalaman.
Manusia ingin memperoleh yang lebih baik dari pada yang telah dicapaidi masa sekarang. keinginan manusia sebagai makhluk sosial uga terus meningkat akan berpengaruh pada wujud kebudayaanyang pada umumnya juga meningkat.jadi manusia selalu menginginkan dapat memperoleh masa depannya akan selalu bahagia.

Kesimpulan
Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah umum.
IBD bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran tentang budaya.
ilmu budaya dasar memiliki bagian yang saling berhubungan dalam kehidupan manusia, diantaranya : adalah hubungan manusia dengan cinta kasih,keindahan,penderitaan,keadilan,pandangan hidup,tanggung jawab serta pengabdian,kegelisahan dan harapan, hal tersebut merupakan bagian yang saling berhubungan antara manusia dan kebudayaanya.


Daftar pustaka:
·         Buku Ilmu Budaya Dasar ;Supartono W, Drs. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia